Television: Watch or Turn Off

Gue termasuk yang jaraaaangg banget nonton tv….

 

Dan kebiasaan ini berlangsung juga setelah menikah. Ternyata suami gue juga gak gitu suka nonton tv lokal. Eit, bukan karna kami pasangan yang sok keluar negri – luar negrian yaa. We support local product! Malah kalo ini suami gue suka kebangetan supportnya hehe. Setiap belanja yang dilihat pasti label atau kemasan. “Made in mana nih?” Biasanya itu pertanyaannya. Kalo buatan Indonesia atau brand lokal baru deh masuk keranjang! Kalo gue lebih ke support pangan lokal. Alasan gue: pastinya lebih sehat dong! Kalo teman – teman gue banyak yang memilih wortel import, apel import, jeruk import dan buah – buahan lain yang import. Gue justru favoritnya buah salak, pisang, semangka, jambu air, jambu biji, jeruk medan !! 🍋🍉🍌

Dari kejarangan gue nonton, masih ada beberapa tayangan yang mau gue sempatin untuk nonton. Dulu gue suka nonton acara Travelleza yang dibawakan Lisa Namuri. Menurut gue mbak Lisa ini contoh host yang pas! Gak keseruan sendiri waktu jalan –  jalan, tapi tetap membawa suasana ceria dan misi acara untuk mengenalkan daerah yang didatangi tersampaikan. Cantik dan modis pastinya! Suka gemes kalo liat host yang bajunya ‘sembarangan’ 😒

Tapi satu bulan terakhir ini gue jadi lumayan mulai nonton tv lagi. Setelah gue operasi laparoscopy, gue menjalani bedrest selama 2 minggu. Dan sahabat tersetia gue adalah tv 😛 -karna suami kan harus kerja jadilah gue ditinggal di kamar bersama tv- Setelah gue ngantor lagi, kebiasaan nonton masih kebawa. Gak bisa dibilang sering juga. Tapi dari yang dulu bisa berhari – hari gak nyalain tv lokal, sekarang gue bisa nyalain setiap hari walaupun gak lama.

Gimana pengamatan gue setelah sebulan ini mulai nyalain tv lokal lagi?

TV berita

Tetap yang gue tonton cuma kompas tv & metro tv. Sementara dulu maupun sekarang masih sama  gak pengen nonton tv one.. huehee. Jadi jangan tanya tv one channel nomer berapa di remote gue yaa pasti  ga hapal 😀

Gue punya acara favorit di kompas tv: Bing Bang nya Andy F Noya. Gue suka dengan konsep acaranya. Menampilkan enterpreneur yang punya sesuatu. Di sini kita bisa lihat gimana kerennya anak muda Indonesia membuat suatu produk yang inovatif.

TV Entertainment

Gue sempat melirik net tv yang katanya televisi masa kini dari pilihan beberapa tv entertainment.

Trus gimana, bagus?

Ehemm… gimana yaa.. beberapa sikom sempat gue tonton karna penasaran  dengan pemain nya yang masuk top artis saat ini: Chelsea Islan, Atika Hasiholan, dll. Pemain sih ok, setting lokasi ok…tapi mmm.. ceritanya….

‘Ceritanya Masa Gitu ??’

Ada juga yang ‘Glee’ ala ala banget. Ga deh. Apalagi sempat gue tonton satu episode serial tentang ojek yang saat itu ceritanya si mas ojek dapat customer cewek  berbadan besar. Dan ojeknya ngeluh, motornya berat, ban kempes. Mmm masa televisi yang katanya masa kini masih bawa – bawa fisik di ceritanya? Hellooooo!!

Tayangan yang gue suka dari Net hanyalah Pagi Pagi nya Hesti Purwadinata dan Andre Taulani. Berasa lagi dengar radio tapi bisa sekaligus nontonin penyiarnya. Kedua host ini gak lebay, ngelucu yang cerdas, baju host cewek sih gue suka -lagi lagi soal penampilan penting yee- pas  deh semuanya.

RTV

Nah rtv ini yang berhasil ngebuat gue ngerasa beberapa acara tv lokal masih ada yang bagus kok. Awalnya gue nonton Indonesia Cerdas, dulu waktu host nya masih Nirina Zubir. Nirina termasuk presenter favotir bagi gue. Jadi dulu sempat nonton karna gak sengaja lagi ngeklik – ngeklik channel tv dan berhentilah di rtv karna ngeliat Nirina Zubir. Acara ini mengingatkan gue pada TPI (sekarang MNC TV) di awal kemunculannya dulu.

Beberapa konsep acara lain ternyata unik – unik juga. Gue menyadarinya setelah sebulan ini mulai rajin nonton lagi. Sudah lama gue rasa tv gak menayangkan liga basket. Dan sekarang RTV menayangkannya. Kayaknya dari pada anak sekolahan nonton acara show yang menampilkan pembully-an antar host nya, mending nonton ini deh!

The Ichiban menurut gue juga acara yang unik. Gak cuma sekedar mendatangin suatu tempat, jelasin tempat tersebut, makan, jalan, trus selesai – standar- tapi dibuat dengan challenge untuk mendatangi tempat tertentu yang menjadi misi mereka.

Selain itu acara favorit gue adalah serial Thailand ATM 2 di KTV *malah serial luar negri yaa* & Bingkai Kota di KTV.

Untuk Serial ATM 2 ini mungkin karna ceritanya pemeran utamanya sama dengan gue yang baru nikah dan rumah Sua & Jib yang serba putihhh 😍 😍 😍

 

 

 

 

 

 

Fairy Tale Wedding

Haiii para capeng yang berbahagia!!

Do you want to bring  Disney’s Fairy Tale Wedding 👰 to realize?

Kalo gue jawabannya… yesss, I do  ❕❕

Penuh dengan bunga, di tepi kolam terbuka, ada lampu – lampu hias, ada sesi dansa, baju yang cantik, banyak coklat & permen-permen lucu, tamu – tamu yang happy….

Yaa namanya juga hari bahagia…. Bisa ketemu pasangan yang tepat sesuai kriteria kita, dilamar orang yang benar – benar kita sayang…  -kalo menurut gue- boleh dong kita plan-kan pesta semaksimal mungkin dari budget yang memungkinkan yang kita punya sebagai rasa syukur dari semua itu.. ya gak ya gak?! 😏

Untuk itulah gue memilih venue outdoor sebagai tempat wedding. Dannn…. ini cuplikan dari wedding gue yang berlangsung bulan Oktober 2015 kemaren  :

👰

Edit1

My Fairy Tale Wedding

Edit3

Chocolate & Candy Bar

Edit4

with The Bridesmaid

Memilih venue outdoor membutuhkan beberapa trik untuk meminimalisir risiko cuaca: panas ☀ dan hujan ☔. Selain itu, hunting venue yang sesuai dengan apa yang kita inginkan perlu tambahan kesabaran, mengingat jumlah venue outdoor tidak sebanyak indoor. Apalagi yang dilengkapi kolam, rata – rata disediakan oleh hotel berbintang yang membutuhkan budget lebih. Kebanyakan tentunya di Bali yang menyediakan tempat wedding nan romantis, yang membutuhkan pertimbangan apakah tamu – tamu kita nantinya memungkinkan datang ke sana *kecuali memang ada ekstra budget buat bayarin akomodasi pesawat plus hotelnya yaaa :p

Nah, untuk kalian capeng yang sedang mencari rekomendasi venue outdoor alias tempat resepsi pernikahan / wedding outdoor, berikut sharing / review dari gue sesuai pengalaman gue kemaren. Moga bermanfaat 🙂

  1. Cuaca. Hujan menjadi ‘musuh’ utama pesta outdoor. Sebenarnya terlalu panas pun juga. Kebayang dong tamu yang datang sudah berdandan seru tapi kepanasan. Gue kemaren mengantisipasi dengan pemilihan bulan Oktober yang belum masuk musim hujan dan waktu pesta di malam hari untuk menghindari panas dan ekstra kipas tentu sajaaa *kalo ini masuk ke urusan budget*. Tempat outdoor tidak yang benar – benar terbuka, tetapi masih ada ‘tempat berteduh’. Beberapa venue lain yang pernah gue datangi menyediakan joglo – joglo kecil yang menurut gue cukup memberi nilai plus dibanding venue outdoor lain yang benar – benar terbuka. Tempat wedding gue sendiri terdapat area hall indoor, di mana jika hujan tempat inilah yang menjadi tempat plan B wedding gue.
  2. Budget. Siapa sih yang nolak melangsungkan pernikahan di salah satu chapel di Bali, dengan view samudra, dan lengkap dengan para sahabat dan keluarga besar yang bisa menghadiri. Tapi tidak melangsungkan outdoor party di sana pun masih bisa kita dapatkan suasana pernikahan yang romantis, unik, cantik, bikin tamu kagum & betah. Berdasarkan hasil hunting, ada beberapa pilihan untuk yang bertempat tinggal di Jabotabek: resto di sekitar pantai Ancol, beberapa hotel berbintang, bistro cantik di sekitar Serpong & Jakarta, atau….. ya seperti gue: melangsungkannya di sport center! Pilihan gue adalah salah satu sport center di Bekasi. Para tamu yang hadir *termasuk gue awalnya* tidak menyangka ada sport center yang cukup unik yang dilengkapi jembatan untuk menyebrangi kolam. Gedung modern, baru & dilengkapi fasilitas make-up room. Tentunya tidak membutuhkan budget semahal hotel bintang 4. Karena, dengan menyewa venue sport center kita masih memiliki keleluasaan untuk memilih catering dan vendor lainnya yang tidak terlalu mahal. Jadi mirip jika kita melangsungkan pernikahan di Gedung Serba Guna atau Gedung Perkantoran. Nah, pesan gue untuk capeng sekalian adalah rajin – rajinlah mendatangi langsung venue yang sudah kita baca review nya. Terkadang foto atau review beberapa orang belum tentu benar – benar sesuai setelah kita lihat langsung. Gue mengalami ini waktu survey mendatangi beberapa venue yang direkomendasikan di website. Ibarat muka yang diedit camera 360 kali ya :p
  3. Makanan. Venue yang cantik dengan dekor yang mendukung akan kurang lengkap jika makanan tidak disesuaikan. Menu unik yang gue pilih *selain sate-satean yang barbeque ala – ala banget* biar terasa venue kolamnya adalah chocolate & candy bar. Bentuknya yang lucu menarik bukan hanya bagi anak – anak, tapi juga tamu dewasa. Satu catering harus diakui tidak menyediakan keseluruhan makanan yang pasti disukai seluruh tamu. Untuk itu, pesanlah beberapa menu andalan atau menu yang unik, jadi kalo ada ‘salah rasa’ di salah satu menu akan terlupakan dengan menu unik ini. Selain itu, pilih menu yang mewakili masing – masing keluarga. Kalo gue kemaren ada menu palembang (pempek) dan menu jawa (mie jawa), karna kami berdua berasal dari daerah tersebut. Menu netral yang bisa dinikmati oleh semua umur juga gue sajikan, yaitu sate ayam dan pasta. Selebihnya adalah kambing guling, soto betawi, ikan bakar, ayam kodok dan nasi kebuli.

This is your wedding. Do what you love. Enjoy every moments 🙂

 

Let’s Dance Under the Stars

DSC_1051

DSC_1018

DSC_1011

DSC_1056_edited

Menari di bawah langit terbuka… kanopi berhias bintang 🌟

Kita 💑, saudara dan sahabat terdekat.

Dikelilingi kolam berhias lampu teratai 🌊 🌉.

Di depan kita, pohon maple putih menyala ✳.

Dan foto ini..bukan jepretan siapa, tapi keponakanku tersayang 😊.

Sempurna. Terima kasih Allah.

(ditulis satu hari menjelang monthiversary pertama, di sela – sela pengerjaan weekly report, di antara lelaki – lelaki di wisma mulia yang sibuk truebex report ..huehehe)

Show more, please…

Capture

“Sometime words are just noise” 💋

Posting ini gue buat dalam rangka pengamatan gue di timeline Fb, twitter atau socmed lainnya. Bukan gue yg dikomentarin siy O.O

Gini… menurut gue seharusnya talk & act itu komposisnya 20:80. Jadi….bagi yang berkomentar satu kali, seharusnya sudah melakukan action minimal empat kali :p *dilarang protes ma hitung2an ini :p 🎃🎃🎃

Misal…buat yang protes tentang kebijakan pemerintah tentang pendidikan..ehmm.. boleh2 aja siy….tapi kalo dah seumuran gue tapi komen mulu. Pertanyaan gue… “sudahkah Anda berbuat sesuatu?” minimal ikut komunitas pengajar anak jalanan, ngasih beasiswa, dll.

Beberapa yang gue amati dan gue tau banget aktivitas si komentator sehari- harinya… kebanyakan masih tahap berbicara saja *bikin gemes* U_U

Shanghai: La Pluie

Selesai belajar di Hangzhou, kami menuju Shanghai….yesss holiday!!

Tiba di Shanghai, cuaca tidak terlalu berbeda dengan Hangzhou : hujan dengan intensitas sedang. Tapi bukan Genk PS  kalo nyerah… cuma bobo – bobo cantik di hotel.

Don’t let the rain stop our narcissistic act :p

IMG_20140426_105130 (2)

IMG_3741

Abaikan Background Awan Kumulonimbus

IMG_3765

IMG_3898